AMAN dan PEMILU 2019

Menapaki Pemilu 2019. 157 kader terbaik AMAN, baik melalui jalur independen maupun partai politik turut berpartisipasi sebagai calon legislatif untuk memperjuangkan visi politik mereka. Terdiri dari 124 caleg laki-laki dan 33 caleg perempuan serta 34 caleg yang berumur di bawah 35 tahun. Mereka berada di 9 Provinsi dan 42 Kabupaten/Kota. Tersebar di 16 Partai Politik yang beragam. Caleg AMAN adalah kader-kader terpilih yang lahir dari proses musyawarah mufakat tingkat komunitas adat. Diutus dan dimandatkan untuk memperjuangkan hak-hak Masyarakat Adat melalui jalur politik.

Kongres Masyarakat Adat Nusantara Tahun 2007 di Pontianak memandatkan AMAN sebagai organisasi Masyarakat Adat untuk menyokong penuh dan mendorong kader-kadernya untuk terlibat dalam pemilu. Hal ini diputuskan tentu bukan tanpa alasan. Sekian lama kebijakan yang lahir dalam skala nasional maupun daerah justru mencerabut hak-hak Masyarakat Adat. Kaya akan sumber daya alam peninggalan leluhur, namun tak dapat dinikmati. Seperti tikus yang mati di lumbung padi. Hal ini terjadi karena Masyarakat Adat absen dalam proses politik formal.

Jalan Politik AMAN

AMAN menyadari bahwa kualitas Pemilu 2019 tidak jauh beda dengan penyelanggaraan Pemilu sebelumnya – sarat dengan politik uang dan rentan kecurangan. Diakui atau tidak, dinamika politik kita justru jauh dari standar kewajaran. Partai Politik bahkan hanya sekedar mesin peraup suara. Tak lagi banyak bicara pengabdian dan penguatan rakyat.

Karena itulah AMAN memutuskan untuk tidak bergabung ataupun berpihak dengan salah satu partai kontestan pemilu. Keterlibatan AMAN dalam Pemilu 2019 semata-mata mendukung dan memenangkan kader-kadernya yang maju melalui jalur independen maupun partai.

Ada dua misi besar AMAN dalam Pemilu 2019. Pertama, memerangi praktek politik curang (politik uang) dan mendekatkan Masyarakat Adat dengan negara. AMAN akan membuktikan bahwa pemilu sebetulnya tidaklah mahal jika caleg yang maju benar-benar lahir dan mewakili masyarakat atau komunitas tertentu. Caleg wakil komunitas ini tidak perlu alat peraga yang banyak, apalagi mengeluarkan modal yang banyak untuk sekedar mendapatkan suara atau untuk membangun citra tertentu. Dalam proses ini massa pemilih pun tidak melulu pasif atau sekedar menjadi pemandu sorak, suara mereka di dengar dan dibawa oleh caleg yang mewakili mereka.

Misi kedua adalah memastikan negara mengakui hak konstitusional Masyarakat Adat sebagai warga negara yang memiliki hak kolektif dan melekat pada dirinya secara turun-temurun. Sejak lama ada disparitas antara negara dan Masyarakat Adat dan sejak itu pula hak konstitusional Masyarakat Adat diabaikan terutama pada level pembuatan kebijakan dan regulasi. Dengan hadirnya kader-kader AMAN di Parlemen akan memudahkan Masyarakat Adat dalam memperjuangkan hak-haknya.

Caleg AMAN

Berbeda dengan caleg lainnya, kader AMAN yang berkontestasi dalam Pemilu 2019 merupakan caleg yang tumbuh dan berjuang bersama Masyarakat Adat selama bertahun-tahun. Mereka maju bukan sebagai individu-individu yang haus akan kekuasaan, apalagi ingin memperkaya diri. Caleg AMAN lahir dari musyawarah adat di kampung-kampung. Mereka mengemban tali mandat dari komunitas adat yang menginginkan adanya utusan mereka di pusat-pusat pembuat kebijakan seperti parlemen. Caleg AMAN terdiri dari latar belakang yang berbeda-beda , tetapi mereka memiliki satu misi untuk memperjuangkan Masyarakat Adat yang Berdaulat, Mandiri dan Bermartabat.

Caleg AMAN diusulkan oleh Masyarakat Adat melalui mekanisme organisasi yang berlaku. Mereka harus terlebih dahulu menandatangani kontrak politik dengan AMAN sebagai wujud dari komitmen mereka untuk memperjuangkan hak Masyarakat Adat khususnya Implementasi Keputusan Mahkamah Konstitusi No 35 tentang Hutan Adat dan Pengesahan Undang-Undang Masyarakat Adat. Caleg yang terpilih wajib memberikan laporan per tiga bulan ke AMAN tentang isu-isu yang berkembang di parlemen.

Partisipasi politik AMAN adalah anti-tesis dari wajah buram politik di Indonesia. Lantang menyerukan esensi politik Masyarakat Adat hingga ke kampung-kampung, menghidupkan kembali mekanisme musyawarah adat sebagai keaslian nilai demokrasi di Indonesia, mendekatkan wakil rakyat dengan konstituennya dan menghadirkan mekanisme tali mandat sebagai wujud dari kedaulatan rakyat.

Untuk itu AMAN menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk berjuang bersama kami, kita dukung Caleg AMAN dengan menjadi relawan, memobilisasi pemilih dan menyumbangkan dana. Sekecil apapun dukungan anda memberikan makna penting bagi AMAN untuk meretas jalan baru politik di Indonesia.

Mari turun tangan melawan politik curang, dengan mendaftar sebagai relawan ke yayan.hidayat@aman.or.id

Sumbangan dana dapat dikirimkan ke :

ALIANSI MASYARAKAT ADAT NUSANTARA

Bank Mandiri Cabang Pejaten, Jakarta Selatan-Indonesia

Jl. Warung Jati Barat No 15A Pejaten

No Rekening : 127-00-0657090-5

KONTAK

Abdi Akbar

Direktur Perluasan Partisipasi Politik Masyarakat Adat

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)

Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 11 A. Jakarta Selatan

Telp/Fax: +62 (0)21 8297954, HP/WA: 0812 4213 0222

Email : abdi.akbar@aman.or.id